Selamat Datang di Komunitas Beasiswa

Komunitas Beasiswa (KOBISA) merupakan sebuah komunitas tempat bertemunya para pemberi dan pencari beasiswa.

Disini anda akan mendapatkan berbagai informasi beasiswa baik di dalam maupun di luar negeri, tips-tips mendapatkan beasiswa, administrasi seputar beasiswa, lembaga penyalur beasiswa, testimoni dari beberapa penerima beasiswa, termasuk di dalamnya jasa konsltasi beasiswa.

Sabtu, 02 Juli 2011

Pendaftaran Beasiswa Salman Dibuka

Yayasan Pembina Masjid (YPM) Salman ITB melalui Rumah Amal Salman ITB dan bekerja sama dengan Ikatan Orang tua Mahasiswa (IOM) ITB hendak memberikan bantuan berupa beasiswa bagi mahasiswa ITB yang membutuhkan. Untuk pendaftaran dan informasi lebih jelas bisa ditanyakan langsung ke Divisi Kemahasiswaan dan Kaderisasi (DMK) YPM Salman ITB.

Persyaratan yang dibutuhkan adalah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) serta transkrip nilai dan Kartu tanda mahasiswa (KTM) bagi selain mahasiswa Tahap Persiapan Bersama (TPB).

Pendaftaran 27 Juni-9 Juli 2011 dari jam 08.00-16.00 WIB di Kantor DMK Salman ITB Gedung Kayu lantai 1 Kompleks Masjid Salman ITB. Setelah pendaftaran akan diadakan seleksi pada waktu yang belum ditetapkan.

Adapun beasiswa yang diberikan di antaranya:

1. Beasiswa Uang Saku (Seluruh angkatan)
2. Beasiswa Pondokan (Seluruh angkatan, diutamakan TPB)
3. Beasiswa SPP (Seluruh angkatan)
4. Beasiswa Penelitian/Tugas Akhir (Tingkat Akhir)
5. Beasiswa Tutorial (TPB)
6. Beasiswa Aktivis (Seluruh angkatan)
7. Beasiswa Wirausaha (Seluruh angkatan)
8. Beasiswa Gizi (Seluruh angkatan)
9. Beasiswa Insidental (Seluruh angkatan)
10. Beasiswa Prestasi (Seluruh angkatan)

(salmanitb)

Senin, 27 Juni 2011

Kiat Menulis Esai yang Bikin Beasiswa “Gol”

Untuk mendapatkan dan terpilih sebagai penerima beasiswa, terutama untuk melanjutkan studi di luar negeri, tak cukup hanya bermodalkan “cas-cis-cus” bahasa Inggris. Ada kiat lain yang penting diperhatikan untuk memenangi kompetisi: penulisan esai! Tak jeli dalam penulisan esai, harapan bisa pupus.

1. Pastikan esai sesuai dengan tema
Misalnya, Anda mengajukan beasiswa yang berbasis pada pelayanan komunitas atau publik. Dalam berkas lamaran, Anda dapat membuat daftar berbagai grup komunitas yang telah diikuti dan berbagai penghargaan yang berkaitan yang pernah diraih. Intinya, buatlah esai yang brilian, tetapi sarat pesan yang sesuai dengan jurusan yang Anda inginkan dan alasan yang mendasari mengapa menginginkan studi itu sebagai prioritas pertama.

2. Menjawab pertanyaan dasar
Pernahkah Anda menanyakan sebuah pertanyaan, tetapi merasa bahwa sebenarnya ada pertanyaan mendasar yang seharusnya ditanyakan? Dalam banyak kasus, pertanyaan esai hanya batu loncatan bagi Anda untuk menjawab pertanyaan mendasar yang dimanfaatkan para juri untuk mengetahui alasan yang sesungguhnya. Misal, sebuah organisasi yang memberikan beasiswa di bidang bisnis kemungkinan akan mengajukan pertanyaan, “Mengapa Anda tertarik mempelajari bidang studi bisnis?”. Sebenarnya, pertanyaan dasar yang mereka ajukan adalah “Mengapa Anda tertarik belajar di studi bisnis dan mengapa Anda merasa sebagai kandidat terbaik di bidang bisnis yang akan mendapatkan beasiswa kami?”.

Dalam pertarungan memenangi beasiswa, Anda akan berkompetisi dengan kandidat yang memiliki latar belakang dan tujuan yang sama. Gunakan pertanyaan esai sebagai jalan untuk membuktikan kepada pemberi beasiswa bahwa Anda adalah orang yang paling layak menerima beasiswa.

3. Berbagi cerita tentang diri sendiri
Selain menjelaskan alasan mengapa ingin memenangi beasiswa, penting juga untuk menceritakan sesuatu tentang diri Anda. Jelaskanlah dalam uraian singkat 500-1000 kata. Tidak perlu menjelaskan semua tentang diri Anda. Hanya ceritakan dengan fokus salah satu aspek dari diri Anda. Dengan kata lain, jangan menjelaskan semuanya.

Misalnya, jika Anda menulis keterlibatan dalam sebuah aktivitas atau organisasi, fokuskan pada salah satu pengalaman.

4. Tulisan harus menunjukkan “passion
Anda pasti pernah menulis banyak esai. Sekarang, cobalah lebih jujur, sebagian besar topik yang Anda tulis, sering kali sesuatu yang sebenarnya tidak menjadi konsen pribadi. Dalam menulis esai beasiswa, Anda mungkin akan menulis dengan cara yang sama. Tetapi, cara ini akan mengakibatkan kegagalan fatal.

Para pemenang beasiswa umumnya menulis esai tentang apa yang mereka senangi sehingga gairah penulis akan terasa. Ingatlah, ketika Anda secara antusias menceritakan sesuatu yang disenangi, tidak membutuhkan usaha yang lebih besar karena energi itu akan terpancar dalam tulisan. Oleh karena itu, ketika memilih sebuah topik, yakinlah itu adalah sesuatu yang benar-benar Anda pedulikan selama ini dan menjadi ketertarikan tersendiri.

5. Esai harus spesifik
Kesalahan umum dalam menulis esai adalah menggunakan pendapat umum, daripada sesuatu yang lebih spesifik. Misalnya, jangan menulis, “Pendidikan adalah kunci kesuksesan”. Sebaliknya, juri beasiswa menginginkan kisah hidup Anda yang menunjukkan bagaimana pendidikan telah memengaruhi hidup Anda. Misalnya, jika Anda ingin menjadi astronot, Anda bisa menjelaskan bahwa cita-cita ini berawal dari hadiah yang diberikan ayah Anda, yaitu berupa pesawat roket. Fokuslah pada salah satu pengalaman yang membuat pembaca akan teringat tentang kisah Anda itu.

6. Harus ada pernyataan inti
Pastikan esai yang Anda tulis memiliki poin yang jelas, hal yang kebanyakan jarang terlihat dalam berbagai esai mahasiswa. Harus ada ide sentral yang dipahami pembaca. Coba trik sederhana ini untuk menemukan inti dari esai Anda, “Bagaimana Anda menjelaskan esai yang ditulis dalam satu kalimat?” Jika Anda tak dapat menjabarkannya dalam satu kalimat, mungkin poin utamanya belum cukup jelas. Atau yang lebih buruk, esai Anda mungkin memang tidak memiliki tesis tertentu.

7. Tunjukkan prestasi
Memenangi beasiswa adalah tentang bagaimana memberikan kesan dan menunjukkan kepada para pemberi beasiswa bahwa Anda adalah kandidat terbaik yang layak mereka biayai. Prestasi, aktivitas, bakat, dan berbagai penghargaan yang pernah Anda raih akan membuktikan bahwa Anda benar-benar kandidat terbaik. Gunakan esai untuk turut menjelaskannya.

Bagaimanapun juga, jangan hanya terpatok pada apa yang diminta dalam syarat pengajuan. Gunakan kesempatan untuk fokus pada prestasi yang spesifik, tempatkan pada konteks yang sesuai. Selamat mencoba! (edukasi.kompas.com)

Sabtu, 21 Mei 2011

Sepuluh Mahasiswa ITB Raih Beasiswa Plus Ikatan Dinas

Sepuluh mahasiswa teknik kimia Institut Teknologi Bandung menerima beasiswa dari PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk. Penyerahan beasiswa dilaksanakan Jumat (20/5) di Labtek X ITB Jln. Ganesa Bandung. Selain menerima beasiswa penuh selama kuliah, sepuluh mahasiswa ini juga akan langsung direkrut menjadi karyawan PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk. Kesepuluh mahasiswa ini mayoritas juara olimpiade semasa SMA.

Salah satu penerima M. Wildan Fadli mengatakan, dengan beasiswa dan ikatan dinas ini memberikan motivasi untuk belajar lebih keras untuk mencapai prestasi lebih baik lagi. “Saat bekerja nanti kami dapat membawa nama baik ITB dan juga perusahaan. Senang sekali bisa dapat beasiswa sekaligus ikatan dinas,” ucap Wildan yang merupakan juara olimpiade matematika asal Cirebon. (PR)

Selasa, 19 April 2011

Tips Menuliskan Surat Rekomendasi untuk Aplikasi Beasiswa

Baru-baru ini seorang teman datang menemui saya. Dia minta dibuatkan surat rekomendasi. Rupanya dia mau melamar salah satu program beasiswa yang cukup kompetitif. Dan tentunya, salah satu persyaratan yang disebutkan adalah surat rekomendasi dari tempat kuliah sebelumnya dan dari tempat kerja sekarang.

Dengan senang hati saya bersedia membantunya. Tapi berhubung saya rada sibuk, jadi saya minta dia membuatkan draftnya untuk saya. Nantinya saya yang tanda tangan. Lho, kok begitu? Kan surat rekomendasinya harusnya ditulis oleh pemberi rekomendasi? Kalau yang nulis yang melamar beasiswa, wah dia bisa nulis semaunya dong?

Ya, ada benarnya prinsip seperti itu. Tapi yang saya minta adalah supaya dia membuat surat rekomendasi yang isinya saya tentukan. Saya males dong mengetik begituan. Dan terus terang, untuk meminta sekretaris saya melakukannya kurang wajar juga. Ini kan tidak berurusan dengan masalah kerjaan.

Jadi saya bilang ke teman saya tersebut, “OK, kamu tulis saja begini begitu. Nanti hasilnya saya edit, dan kemudian saya tanda tangan”. Mantap! Dia heppi, dan saya juga tidak repot.

Nah, apa saja isi dari surat rekomendasi tersebut? Karena yang diminta adalah surat rekomendasi dalam kapasitas saya sebagai rekan atau atasan di tempat kerja, tentu saja isinya berkaitan dengan penilaian saya atas kinerjanya di tempat kerja. Saya tahu teman saya itu orangnya pinter banget. IPK nya di atas 3,5! Tapi saya tidak bisa dan tidak akan menuliskan tentang itu di surat rekomendasi saya.

Untuk surat rekomendasinya, saya minta teman saya menuliskan dengan urutan berikut:

Bagian pertama, isinya perkenalan. Di sini saya menerangkan siapa saya dan bagaimana hubungan pekerjaan saya dengan rekan kerja saya itu. Apakah saya atasannya atau rekan satu level atau bagaimana? Saya pernah melihat surat rekomendasi untuk teman saya yang lain yang dibuat oleh konsultan yang pernah bekerja dengan teman saya itu. Ternyata surat tersebut diterima juga dan teman saya sukses mendapatkan beasiswa ADS untuk kuliah di Melbourne, Australia.

Bagian berikutnya saya minta dia menceritakan pekerjaan yang pernah atau sedang saya lakukan yang berkaitan dengan pekerjaan teman saya itu. Di situ juga saya ceritakan hasil dari pekerjaan tersebut, kontribusi dari teman kerja saya, dan pandangan saya tentang cara kerja teman saya tersebut. Tentu saja, karena saya diminta membuatkan surat rekomendasi, sedapat-dapatnya saya menceritakan hal-hal yang positif dong. Masa surat rekomendasi saya malah menjatuhkan. Wah, payah dong kalau begitu.

Bagian terakhir berisi penegasan dari saya kalau teman saya itu layak untuk mendapatkan beasiswa yang dilamarnya. Ini saya hubungkan dengan penilaian yang saya sudah tulis di bagian sebelumnya. Kira-kira bagian terakhir ini semacam kesimpulan dari tulisan saya. Dan isinya bertujuan untuk meyakinkan pembacanya kalau teman kerja saya itu akan berhasil dan memberi lebih banyak hasil dengan beasiswa yang akan diterimanya.

Cara penulisan di atas tentunya kalau surat rekomendasi yang diminta tidak mempunyai format tertentu. Tapi jika surat rekomendasi tersebut formatnya sudah ditentukan, tentu akan lebih mudah lagi. Kita tinggal mengikuti pertanyaan-pertanyaan dan format yang ada.(

5 Hal Penting dalam Membuat Surat Rekomendasi Beasiswa

Setiap pendaftaran beasiswa hampir pasti memerlukan surat referensi atau surat rekomendasi (reference letter atau sering juga disebut recommendation letter). Banyak pertanyaan sejenis yang ditanyakan prospective students tentang surat ini. Berikut beberapa tips bersumber dari pendapat dan pengalaman saya yang juga berdasarkan hasil diskusi dengan beberapa rekan penerima beasiswa.

1. Teliti syarat surat referensi

Persyaratan yang dicantumkan untuk mendaftar beasiswa, umumnya juga menjelaskan hal-hal penting termasuk siapa yang diharapkan menjadi referee (yang memberikan reference letter), format surat, dan cara pengiriman. Baca dengan teliti dan ikuti persyaratan yang dicantumkan.

2. Siapa yang sebaiknya jadi referee?

Idealnya bukan hanya orang-orang yang punya jabatan tinggi (rektor, dekan, ketua jurusan, dll), tetapi yang lebih penting adalah yang benar-benar mengenal kamu. Dosen pembimbing skripsi/tugas akhir semestinya bisa mengomentari kemampuan risetmu. Dosen pembimbing kemahasiswaan/dosen wali bisa punya pendapat bagus tentang kemampuan organisasimu atau sepak terjangmu selama kegiatan perkuliahan S1. Tapi bisa jadi jabatan penting/gelar akademik tinggi dari reference punya nilai lebih.

Bila sudah punya pengalaman kerja, tentu sangat penting mendapatkan rekomendasi dari atasan kerja. Sekali lagi, orang yang lebih tepat adalah yang tahu langsung bagaimana skill dan kinerja profesionalmu.

Turuti persyaratan, jika diminta surat rekomendasi dari akademisi, meski kamu sudah berpengalaman kerja lebih dari 2 tahun, tetap penuhi syarat tersebut. Sebaliknya, jika tidak ditentukan siapa yang harus memberikan rekomendasi, keputusan ada di tanganmu. Pilih orang-orang yang bisa memberi nilai positif untuk memperkuat aplikasi beasiswamu.

3. Format dan "bungkus"

Beberapa program meminta referee mengisi template/form/tabel, mencentang pilihan (dalam rangka memberi nilai sang prospective student), atau membuat surat bebas. Intinya, ikuti peraturan yang ada. Jika tidak ditentukan, maka referee bebas menentukan format surat rekomendasi (biasanya berbentuk surat biasa).

"Bungkus" surat rekomendasi yang baik adalah atas nama institusi, tertulis di kertas berkop, amplop berkop, dan ada cap. Amplop harus tersegel (dengan cap lagi atau tanda tangan) yang menandakan referee menulis surat itu tanpa diketahui isinya oleh pendaftar beasiswa. Bisa saja rekomendasi diberikan atas nama pribadi (misal karena referee tidak berhak mewakili institusi). Meski begitu, jabatan/profesi referee serta data kontaknya (alamat email dan pos) harus tetap dicantumkan.

4. Isi surat rekomendasi

Bagian ini sepertinya layak untuk dibuat post tersendiri. Isi surat rekomendasi ya rekomendasi :) Hal-hal yang harus ada:

  • Siapa (jabatan/profesi) pemberi rekomendasi dan hubungannya dengan pendaftar beasiswa. Ini akan menjawab kenapa rekomendasi dari dia layak diperhatikan.
  • Rekomendasi: alasan kenapa sang pendaftar beasiswa layak mendapat beasiswa. Bisa karena prestasi kuliah, kegiatan ekstra kurikuler, prestasi dan performa kerja, dll.

Silakan cari contoh atau template surat rekomendasi lewat mesin pencari.

5. Tanggal/Up to date

Punya "stok" surat rekomendasi yang dibuat tahun lalu? Jangan dipakai, minta referee buat yang baru :D

Sebenarnya masih banyak yang bisa digali dari surat rekomendasi. tapi topik ini akan dibahas lagi di artikel-artikel berikutnya. Jika ada pertanyaan, sanggahan, atau tambahan, jangan sungkan untuk berkomentar melalui form di bawah. (indoem.info)

Tips Sukses Mendapat Beasiswa

Tips Sukses Mendapat Memperoleh dan memenangkan Beasiswa dalam negri dan luar negeri. Berikut ini adalah tulisan pendek tentang beberapa tips singkat mempersiapkan diri dan berburu beasiswa.

1. Pengalaman Kerja

Beberapa pemberi beasiswa memang mensyaratkan pelamar untuk memiliki pengalaman kerja selama 2 tahun (contoh ADS, STUNED)

Namun tentu saja kalau menunggu memiliki pengalaman kerja sampai dua tahun perjuangan berburu beasiswa berarti tertunda. Salah satu tips nya adalah dengan aktif mengikuti kegiatan berorganisasi atau NGO sesuai dengan minat dan latar belakang studi.

Jadi adik-adik mahasiswa, silahkan manfaatkan waktu sebaik-baiknya selama kuliah, perbanyak aktif di organisasi kampus maupun luar kampus.

Cara ini saya yang saya jalani sewaktu berjuang mendapatkan beasiswa ADS, perburuan beasiswa pertama saya. Selama saya kuliah di JurusanAdministrasi Publik, FISIP, Universitas Gadjah Mada, saya menjalani kegiatan sebagai salah satu fasilitator program pendidikan lingkungan perkotaan yayasan Dian Desa selama satu tahun. Disamping itu, saya juga ikut bergabung dengan kerabat WWF Yogyakarta. Bekal pengalaman kerja ini saya manfaatkan sebagai ‘fresh graduate’ untuk melamar beasiswa ADS (tahun 2000). Saya masuk dalam shortlisted dari 700 orang yang terpanggil untuk mengikuti tes IELTS dan wawancara.

2. Kesesuaian Bidang ilmu

Tips ini terdengar klise namun menurut pengalaman saya dengan memilih program studi lanjut yang sesuai dengan bidang ilmu dan ditambah denganpengalaman kerja (tips no.1) yang sesuai, akan menjadi modal yang berarti bagi usaha mendapatkan beasiswa.

Aplikasi beasiswa ADS saya yang pertama gagal ditahap wawancara karena saya tidak bisa meyakinkan panel pewawancara bahwa saya tahu dan siap betul dengan pilihan program studi lanjut saya. Aplikasi beasiswa ADS yang kedua pun juga gagal, karena pada saat itu saya telah bekerja namun bukan pada bidang yang sesuai dengan bidang ilmu saya, sehingga sekali lagi saya kesulitan untuk meyakinkan panel bahwa saya layak disekolahkan gratis ke

3. Tidak patah semangat

Tips yang ketiga ini pun lebih terdengar klise. Jangan patah semangat. Ya, jangan patah semangat dan terus mencoba.

Untuk program master/S2 saya telah melamar beasiswa ADS sebanyak 6 kali. 2 Kali terpanggil shortlisted, mengikuti tes IELTS dan wawancara. Aplikasi ADS ke 3 dan 4 saya gagal walaupun saya telah bekerja sesuai dengan bidang ilmu saya dan pengalaman kerja sudah lebih dari 2 tahun.

Aplikasi ADS ke 5 dan ke 6 (untuk studi lanjut S3) juga demikian, semua gagal tanpa terpanggil tes IELTS dan wawancara. GATOT alias gagal total.

Sedih tentu saja, putus asa jangan. Pemberi beasiswa tidak hanya satu kan, jadi harus tetap semangat. Dan walaupun gagal mendapatkan beasiswa ADS, tapi sudah diberi bekal oleh ADS untuk berburu beasiswa lain berupa hasil tes IELTS (asli loh, bukan ‘TOEFL like’) yang berlaku dua tahun.

Di tahun yang sama dengan aplikasi ADS saya yang ke-4 yang gagal itu (saya rutin tiap tahun selalu melamar beasiswa ADS dimulai di tahun 2000, jadi aplikasi ke-4 di tahun 2004), saya mendapatkan beasiswa NORAD untuk studi lanjut ke University of Bergen di Norwegia untuk Program M.Phil. Selain itu saya juga mendapatkan beasiswa STUNED untuk program M.A. di Institute of Social Studies, Den Haag, Belanda selama 16 bulan.

4. Siapkan dan Kelola dokumentasi dengan baik

Beberapa beasiswa (contoh: STUNED, DIKTI) mensyaratkan adanya ‘acceptance letter’ dari universitas-universitas di Luar Negeri yang kita tuju.

Salah satu cara yang paling gampang untuk mendapatkan ‘acceptance letter’ adalah dengan mengikuti pameran pendidikan manca negara yang rutin diadakan dibeberapa kota besar di Indonesia. Dalam pameran ini biasanya universitas-universitas Luar Negeri menerima aplikasi penerimaan mahasiswa secara langsung.

Apabila pameran pendidikan luar negeri terlewatkan, cara yang lain adalah menghubungi agen pendidikan semisal IDP (untuk australia) atau IBEC (untuk Inggris)

Acceptance letter biasanya berlaku juga selama dua tahun, jadi setelah mendapatkan acceptance letter terbuka kesempatan selama dua tahun untuk berburu beasiswa (untuk STUNED dan DIKTI).

Demikian beberapa info untuk bekal berburu beasiswa.
Silahkan kontak saya melalui Facebook/email apabila ada yang ingin ditanyakan atau dibagi

Salam

Tutik Rachmawati

14 Januari 2011
Birmingham – United Kingdom

(s1.beasiswas.info)

Tips Mendapatkan Beasiswa Luar Negeri Ke Jerman

Sehubungan dengan banyaknya Pelajar yang berkeinginan untuk ke jerman tapi tidak punya kemampuan finansial yang cukup. Maka dengan ini BeasiswaBelajar.Com mencoba memberikan sedikit Tips Mendapatkan Beasiswa Luar Negeri Ke Jerman berdasarkan pengalaman para pelajar yang telah berhasil untuk sampai ke Jerman dengan keuangan seadanya.

  1. Sehat jasmani, Ini syarat studi keluar negeri yang paling hakiki. Dimana saja didunia ini kalau gak punya duit susah buat hidup. Karena itu Anda harus sehat jasmani. Kalau aktifitas mahasiswa umumnya 4-10 jam per hari (kuliah dan kerja ) trus tidur 6-8 jam per hari. Anda persiapkan diri elu buat belajar dan kerja 14 jam sehari dan tidur max 4 jam. Jadi matiin jauh2 dari komputer, keluar dari rumah/warnet, jogging deh tiap sore dan pagi atau maen bola, volley dan olah raga lainnya.
  2. Bukti Akademis, Nilai akademis itu bukan bukti kalau Anda pandai, tapi bukti bahwa Anda bisa berusaha dan punya hasil diatas rata-rata. Saat Anda sudah tidak memiliki uang trus nilai pas-pas an. Gemana orang mau percaya buat ngasih Anda beasiswa, kalau buat bersaing di sekolah atau kuliah ajah Anda tidak bisa.
  3. Rajin mencari dan membaca, Informasi itu ada dimana-mana. Apalagi ada internet ama warnet. Nah daripada cari informasi gosip, donlot bokep atau film bajakan mendingan baca persyaratan untuk kuliah di jerman, apa ajah isi kuliahnya, pilihan jurusan nya, syarat untuk bikin visa, dapet beasiswa. dll.
    Makin banyak Anda baca makin banyak informasi yang Anda terima, makin spesifik pertanyaan Anda makin cepat dan mudah untuk Anda dapat jawaban.

  4. Kalau Anda membuat pertanyaan umum, misalnya jurusan yang cocok buat Anda , atau gemana caranya ke jerman tapi Anda gak punya duit itu cuma Anda sendiri yang bisa jawab.

  5. Sosial dan tidak sombong, nah karena elu dah rajin membaca dan mencari. Sekarang bersosialisasi. banyak-banyak cari temen biar gak kuper (kurang pergaulan), kalau di indonesia ajah elu gak punya temen, masa berharap di jerman banyak temen. Dunia itu bulet, dihuni ama manusia juga. Gak banyak bedanya orang di jerman ama di Indonesia. Walaupun negara barat terkenal dengan orang-orang yang individualis, tetep ada keuntungan buat orang-orang yang mudah bergaul dan suka menolong (tanpa pamrih lho) selama orang itu gak ngurusin kehidupan orang lain (nge gosip atau sok ngatur).
  6. Motivasi yang kuat, dah duit gak punya keinginan juga gak kuat. Gemana mau berubah nasib elu? nunggu hujan duit??? Motivasi elu ke jerman kudu kuat, kalau gak kuat bisa-bisa udah mundur pas baru mau ngajuain permohonan visa ke jerman. Gak usah ngayal kalau ke jerman bisa dapetin impian elu yang gak bisa elu dapetin di Indonesia. Cukup motivasi kalau elu akan sampe di jerman dengan usaha elu. (dimulai dengan no 1 – 4). Nah udah sampe di Jerman baru elu berusaha dan bermimpi lagi. Jangan mimpi yang dibanyakin, tapi usaha yang dikerasin. Mimpi juga perlu bertahap, bukan realitas yang dipaksa untuk sama ama mimpi, tapi usaha yang dibanyakin untuk ngejer mimpi.
  7. Sedikit bicara banyak kerja, banyak cerita yang muluk-muluk tentang hidup di jerman. Pengalaman orang beda-beda coy. Kalau elu udah ngarep bisa ongkang-ongkang kaki dan hidup enak di jerman, lupain ajah deh. Dimana ajah kalau elu gak punya duit hidup elu lebih keras dari orang lain. Kalau cuma ngoceh doank mulut elu ajah yang tambah gede.
  8. Kemampuan berbahasa Jerman,Elu mo ke jerman kan? yah belajar bahasa jerman mumpung elu punya waktu. Elu gak bisa ke jerman dengan modal bahasa inggris donk.
    Sama ajah elu nonton film tapi cuma bisa baca judul film, gak menikmati filmnya. Banyak hal keren yang elu liat, tapi gak ada manfaatnya buat elu, karena elu gak ngerti bahasanya. Cuma bisa takjub.
    Dosen gue ngasih kuliah dalam 2 bahasa, dalam bahasa jerman dia menjelaskan satu system selama 45 menit. lengkap dengan keterangan tentang sejarah, keuntungan dan proses sistem tersebut. Setelah itu dia ngejelasin pake bahasa Inggris cuma 10 menit, itu juga cuma terjemahan slide presenstasi dia.
  9. Pengalaman guru yang paling baik untuk belajar, Jadi sarjana pengangguran? cari kerja sono. biar ngerasain gemana susahnya jadi budak . Di Amerika ada pengangguran yang coba nyari kerja. Dia terima cobain semua bidang pekerjaan. Pengalaman dia mencari dan mencoba berbagai jenis kerjaan dibuat jadi acara tv : 50 jobs in 50 states in 50 weeks. Apa ajah kek kerjaan elu, yang penting elu punya pengalaman kerja dan ada bukti kalau bisa kerja. Apapun pekerjaan elu, akan ada hasilnya buat diri elu sekarang dan masa depan. Lebih enak makan duit hasil keringet sendiri daripada makan duit beasiswa. Mau cari kerja part time di jerman ajah lebih bagus kalau punya pengalaman kerja.

Intinya bukan dunia yang harus berubah untuk elu, tapi elu kudu berubah dan berusaha untuk mendapatkan dunia. Dan ke Jerman gak akan membuat elu jadi sukses cuma ada kesempatan untuk membuat diri elu jadi lebih baik. Itu juga kalau elu mau usaha.

SUMPE INI BUKAN PENGALAMAN GUE, gue cuma merangkum usaha temen-temen gue yang bisa sampe ke jerman dengan modal pas-pas an. Gue cuma anak bodoh, pemalas yang kerjaannya jalan-jalan dan kaskusan ajah.

Tambahan : Jangan kebanyakan ngayal
Secara umum jalur untuk kuliah di Jerman :
SMA –> Belajar bahasa Jerman — > Studienkolleg — > Kuliah –> Lulus ? –> Baru dipikir mau kerja, sekolah lagi atau pulang.

Nah kalau baru lulus atau belum lulus sma jangan terlalu banyak ngabisin waktu untuk mikirin apa yang akan dikerjakan setelah lulus kuliah di jerman.
Hal penting yang sering dilupakaan adalah belajar bahasa Jerman dengan baik. setelah itu baru mencari dan mendaftar studienkolleg yang sesuai dengan jurusan kuliah yang akan diambil.

Sarjana –> Belajar bahasa Jerman — > mencari, mendaftar dan diterima di Program Master yang sesuai — > Kuliah –> Lulus? –> Baru dipikir mau kerja, sekolah lagi atau pulang.

Kalau elu dah sarjana (lulus s1) di Indonesia, bahasa jerman tetep penting. Seperti Tips Mendapatkan Beasiswa Luar Negeri Ke Jerman gue diatas, modal bahasa inggris ajah gak cukup. Walaupun program master elu dalam bahasa inggris, beberapa program master bahasa inggris mewajibkan mahasiswanya untuk lulus ujian bahasa jerman sebagai syarat untuk menulis Masterarbeit (thesis).

eins nach dem anderen
Kerjain semua satu-satu, jangan sekaligus semua. Urutan diatas itu cuma contoh umum, kadang ditengah jalannya ada yang gak sama. Untuk mempermudah diri elu sendiri, kerjain semuanya bertahap.

Diambil dari Kaskus (thanks for Deepz) dengan sedikit perubahan.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More